Kenapa masa depan menyimpan misteri, karena disanalah kita belajar merencanakan, berikhtiar, berharap, cemas dan ujungnya KehendakNya lah yang menentukan

Minggu, 20 Maret 2016

Be A Good Mom (Part 2)


Aku masih dengan sejuta harapanku. Aku masih dengan sejuta impianku. Dan kini dengan tegas kukatakan 'aku masih sama seperti yang dulu'. Menapaki liku pernikahan di usia muda, membuatku sangat kewalahan. Apalagi dengan menyandang status ibu baru. Dengan ribuan kesibukan yang tak akan pernah habisnya. Tapi sudahlah, bukan keriwehan yang akan aku tulis disini. Tapi semangatku untuk bisa bangkit kembali. Yup, sudah 2 tahun usia pernikahan kami. Cukup matang atau -mungkin termatangkan pola pikirku dengan terpaan keadaan. Selalu kucari penyemangat kala lelah telah menggelayuti. Ah, aku masih seberuntung mereka. Aku sudah mengalami saat mereka masih menyendiri. Dan aku yakin aku sudah berlari, kala mereka masih menapaki.

Lagi lagi. Aku tentu masih seberuntung mereka. Tanpa kusangka, doaku dikabulkanNya. Dan itu tak pernah terbesit dalam pola pikirku sebelumnya. Kenapa? Saat mereka masih diam menunggu panggilan kerja, aku sudah bekerja dalam rutinitas rumah tangga yang tiada habisnya. Dan tentu, mereka juga akan mengalaminya kala aku sudah bisa menyelesaikan problema sambil menutup mata. Jiaaah, maafkeun. Itu hanya penyemangat diriku kala aku tengah mengalami- atau mungkin sudah melewati perubahan pola hidup pra dan pasca menikah. Tapi bagaimanapun keadaanku, aku sangat bersyukur dengan misteri kehidupan masa depan yang masih menjadi rahasia Allah. Apapun, siapapun, dan bagaimanapun kondisiku- aku adalah kader dakwah. Aku adalah madrasah bagi putra putriku dan aku adalah penyejuk mata bagi suamiku. 20/03/2016 (Eka)

Sabtu, 30 Januari 2016

Be A Good Mom (Part 1)


Hyaaa, lama tak posting di blog rasanya something bingits ya >_<.
Yup yup yup, masih memanajemen waktu biar tetap bisa jadi bunda yang produktif. Eman aja kalau punya keahlian tapi gak digunakan. Daaaan, pekerjaan menjadi bunda yang evertything must be can tuh rasanya amazing banget. Gak bisa dipungkiri, sampai sekarangpun aku masih milah milah waktu buat cari "me time". But bunda, kuncinya sebenarnya cuma satu kok. Yaitu "menikmati". Kayak aku nih, dulu bisa ngadep laptop jam jam-an buat ngeblog. Sekarang, ngeblognya sambil nunggu masakan si baby matang. Nah, ntar tiap pekan baru di edit-edit. Di tata marginnya, dikasih gambar, dan kawan kawannya. Yang penting tetep nulis dulu aja. Ha ha. Something bingits kan? Trus nih, kudu pandai juga cari cari alternatif biar passion kamu gak ketutup sama peran kamu. Misalnya, karna pekerjaan rumah seabrek, kamu udah jarang nulis. Ya, jangan gitu lah. Plis deh, sekarang android udah super duper canggih. Banyak aplikasi yang ngedukung kerjaan kamu. So, enjoy it. 31/01/2016 (Eka)

Jumat, 05 Desember 2014

Great Wedding Memorial ^^

Seneng banget denger satu per satu orang di sekitar mulai menyusul menggenapkan diennya. Barakallah ya. Dan gak tahu kenapa tiba-tiba ingin sekali menokumentasikan momen-momen berharga itu. Gegaranya sih dapat telpon dari Bapak Pembelajarku di UB. He he ^^
25 Maret 2014, Alhamdulillah Allah juga sudah menggenapkan separuh agamaku. Dan Alhamdulillah di umur pernikahanku yang hari ini genap 8,5 bulan, Allah akan menganugrahi seorang putra (InsyaAllah). ^^
Kenapa catatan ini dibuat reader? Well, he he. Sebagai rekam jejak aja. Sekalian sebagai pengingat bahwa ada beberapa undangan yang belum sempat terpenuhi. InsyaAllah karena udzur syar’i (red: kehamilan). Jadi belum bisa keluar kota jauh-jauh. Doanya ya reader. Semoga dikemudian hari aku bisa memenuhi hajat itu semua. Meskipun terlambat, semoga tidak terlambat di mata Allah. ^^