November 08, 2020
A long time I don’t write again in diary. I don’t know why. Perhaps, so many activities that done by me. But Alhamdulillah, I can write again. Actually it’s not about my want. I have purpose why I write again. Well, I’ll tell to you. I have a target that I want speak english fluently. I want able to communicate with native well. So I start again to learn English. Absolutely with reading, speaking and listening.Well, to start the writing practice, I back to my habit at the past. You know that every day I always wrote diary. Althought I always open the dictionary to translate it before. But today, I don’t know why, I can write without help from other. I can write all of in my heart fluenty. And I love it.Y a, perhaps it can be helped from my daily routine like listen the news from youtube and TV. Ok e enough I think. Because only 5 minutes it able to write until more than 150 words. But still not more from 200 word. But for beginner, I think it’s not bad. See you next time
Akselerasi diri sering kali berawal dengan keluar zona nyaman lalu menemukan kenyamanan pada zona yang tidak nyaman lalu keluar lagi, begitu seterusnya. Orientasi #produktif, bukan #prestatif :)
Sabtu, 07 November 2020
Dear Diary,
Sabtu, 15 April 2017
Konflik- part 2
Assalamuallaikum. Tentang kehidupan berkeluarga, lagi-lagi ini bahasannya. Namun saya tak akan pernah bosan membahasnya. Ditengah banyaknya kasus kawin-cerai, saat seseorang tak bisa menempatkan posisi diri, maka tinggal menunggu saja robohnya bahtera.
Kali ini saya ingin membahas dari segi istri. Saya adalah orang yang mempuyai egoisme tinggi dan selalu sakit hati saat pendapat saya tak digunakan- terlepas dari benar atau salah. Beruntunglah saya mempunyai suami yang dewasa meskipun sebenarnya beliau juga orang yang keras kepala. Pertengkaran demi pertengkaran selalu terjadi dalam kehidupan kami saat apa yang saya inginkan belum kesampaian, meskipun itu hanya sekedar pendapat. Sejatinya saya benar-benar melupakan bahwa beliau adalah imam saya- pengambil keputusan tertinggi. Kedewasaan beliau membuat pertengkaran kami redam begitu saja karena pada endingnya beliau yang selalu mengalah, menuruti apa yang saya minta.
Kali ini saya ingin membahas dari segi istri. Saya adalah orang yang mempuyai egoisme tinggi dan selalu sakit hati saat pendapat saya tak digunakan- terlepas dari benar atau salah. Beruntunglah saya mempunyai suami yang dewasa meskipun sebenarnya beliau juga orang yang keras kepala. Pertengkaran demi pertengkaran selalu terjadi dalam kehidupan kami saat apa yang saya inginkan belum kesampaian, meskipun itu hanya sekedar pendapat. Sejatinya saya benar-benar melupakan bahwa beliau adalah imam saya- pengambil keputusan tertinggi. Kedewasaan beliau membuat pertengkaran kami redam begitu saja karena pada endingnya beliau yang selalu mengalah, menuruti apa yang saya minta.
Jumat, 31 Maret 2017
Konflik- part 1
Bismillah. Kali ini mau membahas tentang peperangan rumah tangga. Hihi. Serem ya kedengarannya. Etapi ga kok dear. Jadi gini, hari ini saya mau nge-share suka duka berumah tangga. Sambil melemaskan jari jemari yang kaku karena terlanjur fasih mengurus batita imut si aya. ^^
Oke well, peperangan dalam rumah tangga itu pasti dan tak bisa dipungkiri. Karena prestasi terbesar syaitan adalah bikin rumah tangga manusia pecah. Salah satu penyebabnya sebenarnya hal simple yaitu keras kepala.
Langganan:
Postingan (Atom)


